huruf tebal yang dulu pekat, kini hanya menjadi titik-titik.
titik berkesinambungan.
yaaa... berkesinambungan hari ini,
tapi entah esok apalagi lusa..
apakah ada yang sanggup menebalkan titik menjadi sebuah huruf nyata lagi?
aku tidak tau..
tapi aku mecari tau
namun tak ada yang sanggup memberi jawaban,
sekalipun melalui mulut yang mementahkan mimpi besarku..
jika esok, lusa, atau entah kapan titik ini hanya bisa menjadin titik tanpa kepastian menjadi huruf tebal kembali titik ini pun telah rela ternoda tanpa ada satupun penghapus yang mampu membebaskannya dari noda,
kalau titik ini tak mampu menjadi matahari,
ia bahkan rela hanya menjadi teman dari pantulan bintang,
dan bulan bertanya "mengapa kau begitu pasrah?"
titik menjawab "karena aku mencintainya dengan tulus"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar